Studi Kasus Open Source
Studi Kasus Open Source
Diketahui sebuah perusahaan swasta ingin melakukan migrasi dan integrasi sistem di bidang IT. Motivasinya adalah efisiensi biaya, tanpa mengurangi produktifitas. 3 hal yang ingin mereka lakukan adalah:
a. Efisiensi biaya pembelian perangkat lunak (aplikasi, sistem operasi)
b. Belanja tenaga kerja, khususnya asing (expatriat)
c. Optimalisasi teknologi jaringan komputer
A.1 Pengertian Open Source Software
Free/Open Source Software (FOSS) (perangkat lunak sumber terbuka) adalah program yang lisensinya memberi kebebasan kepada pengguna menjalankan program untuk apa saja, mempelajari dan memodifikasi program, dan mendistribusikan penggandaan program asli atau yang sudah dimodifikasi tanpa harus membayar royalti kepada pengembang sebelumnya.(Sumber: http://www.dwheeler.com/off_fs_why.html).
contoh beberapa software/aplikasi FOSS yang dapat digunakan oleh perusahaan adalah Open Office, GoogleDocs untuk menggantikan microsoft oficce.
contoh Sistem Operasi FOSS yang dapat digunakan oleh perusahaan secaran umum adalah linux
A.2 Keuntungan Dalam Penggunaan FOSS
Keuntungan dalam penggunaan FOSS di samping rendahnya biaya, ada beberapa alasan mengapa masyarakat, organisasi publik, atau bisnis secara agresif mengadopsi FOSS, antara lain:
· Keamanan (Security)
Tiga hal yang sering dijadikan alasan bahwa FOSS lebih aman:
· Ketersediaan kode sumber (open source).
· Lebih fokus kepada keamanan (security) daripada keindahan (user friendly). 8 Panduan Pendayagunaan Open Source Software: Perangkat Lunak Bebas dan Open Source
· Roots: Sebagian besar sistem FOSS berbasis multi user dan UNIX yang siap untuk jaringan.
· Ketersediaan/Kestabilan (Realibility/Stability)
· Uji beban dengan pengujian secara acak telah dilakukan terhadap tujuh sistem komersial dan sistem GNU/Linux pada 1995. Hasilnya, sistem komersial memiliki kegagalan ratarata sebesar 23%, sedangkan sistem Linux hanya 9%.
· Pada 1999, Zdnet menjalankan pengujian reliabilitas selama 10 bulan antara Red Hat Linux, Caldera Open Linux, dan Microsoft Windows NT Server 4 SP3. Dari pengujian tersebut linux dan turunannya dapat bertahan selama 10 bulan tanpa hang/crass sedangkan Windows NT hanya bertahan selama 6 minggu daja
· Standar terbuka dan tidak tergantung vendor
· Ketersediaan kode sumber: Adanya kode sumber program selalu memungkinkan untuk rekayasa ulang dan mendokumentasikan standar yang digunakan oleh aplikasi.
· Sesuai dengan standar yang aktif: Jika ada standar aktif yang telah digunakan, misalnya HTML (HyperText Markup Language) yang mengontrol bagaimana web ditampilkan, projek FOSS berjalan secara aktif mengikuti standar yang tepat. Salah satu karya FOSS, browser web Mozilla adalah sangat sesuai (compliant) dengan banyak standar yang dikeluarkan W3C (World Wide Web Consortium).
· Mengurangi ketergantungan terhadap impor
· Alasan utama yang mendorong negaranegara berkembang untuk mengadopsi sistem FOSS adalah biaya lisensi yang sangat besar jika memilih perangkat lunak berbayar yang kebanyakan impor. Belanja perangkat lunak itu akan menghabiskan mata uang berharga dan cadangan devisa. Cadangan devisa ini lebih dapat digunakan untuk tujuan pengembangan lainnya.
· Meningkatkan kemampuan mengembangkan perangkat lunak lokal
· Mudah masuk industri perangkat lunak: Mudah untuk mendapatkan, menggunakan, dan mempelajari FOSS karena kebebasannya untuk dimodifikasi dan didistribusikan
· FOSS sebagai sistem pelatihan yang sempurna: Keterbukaan dan kolaborasi yang menjadi ciri khas FOSS mendorong siswa/mahasiswa untuk menguji dan mencoba konsepkonsep perangkat lunak, tanpa perlu biaya atau membebani masyarakat.
· FOSS sebagai sumber standarstandar: FOSS sering menjadi standar defacto karena dominansinya yang baik dalam sektor khusus suatu industri.
· Pembajakan, HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) dan WTO (World Trade Organization)
· Pembajakan software menjadi masalah di hampir semua negara di dunia. Menurut studi pembajakan software global yang dibuat IDC dan BSA (Bussines Software Alliance), pembajakan software pada 2005 menimbulkan kerugian US$34 milyar (sekitar Rp 300 trilyun).
· Bahasa dan budaya lokal (localization)
· Lokalisasi merupakan salah satu bidang yang membuat FOSS bersinar karena keterbukaannya. Pengguna dapat mengubah FOSS agar sesuai dengan kebutuhan budaya lokal, termasuk sesuai dengan skala ekonominya.
SIMPULAN
seharusnya seluruh perusahaan dan badan pemerintahan di indonesia mengadopsi penggunaan aplikasi open source karena selain biaya yang murah, juga dapat mengembangkan software lokal untuk lebih berkenbang.
a. Efisiensi Biaya Pembelian Perangkat Lunak (Aplikasi, Sistem Operasi)
Dalam menjalankan sebuah perusahaan pastilah dibutuhkan biaya, banyak hal dibutuhkan untuk dibeli dan digunakan dalam berbagai macam kegiatan dalam sebuah perusahaan. Salah satu biaya yang diperlukan adalah biaya untuk pembelian perangkat lunak.
Salah satu cara mengurangi biaya pembelian perangkat lunak adalah dengan menggunakan FOSS (Free Open Source Software). FOSS adalah perangkat lunak yang bersifat bebas sekaligus sumber terbuka (open source) dan merupakan lawan dari perangkat lunak proprietary, dimana perangkat lunak dapat dipergunakan dibawah lisensi yang sangat ketat dan sumbernya tidak terbuka (dikutip dari Wikipedia). Salah satu contoh perangkat lunak dari FOSS adalah Linux.
Dengan menggunakan perangkat lunak dari FOSS, perusahaan tersebut dapat mengurangi biaya pembelian perangkat lunak, karena perangkat lunak dari FOSS bersifat gratis dan terbuka dalam penggunaannya. Selain itu, keuntungan penggunaan perangkat lunak dari FOSS seperti linux adalah tingkat kemudahan dan kehematan biaya lisensi yang digunakan, yang jika dibandingkan dengan perangkat lunak proprietary atau berbayar lainnya dengan lisensinya yang ketat dan berbayar serta penggunaannya yang terbatas dan tertutup bagi orang luar.
b. Belanja Tenaga Kerja, Khususnya Asing (Ekspatriat)
Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin mendorong terjadinya pergerakan aliran modal dan investasi dari dan ke berbagai penjuru dunia, terjadi pula migrasi khususnya tenaga kerja antar negara. migrasi tenaga kerja tersebut terjadi karena adanya investasi yang dilakukan di negara lain, yang memerlukan adanya pengawasan yang berpihak kepada kepentingan investor asing. Oleh karena itu, demi menjaga kelangsungan usaha dan investasinya, pemilik modal/ investor mempekerjakan tenaga-tenaga terampil dan handal yang bisa dipercaya dalam mengelola investasinya di negara tempat dia diperkerjakan.
Penggunaan tenaga kerja asing dapat memberikan dampak positif dalam perkembangan perusahaan, baik dalam hal ketanakerjaan seperti meningkatkan daya saing di tingkat internasional maupun dalam kemajuan perkembangan teknologi dalam perusahaan tersebut. Dengan digunakannya tenaga kerja asing yang terampil dan handal, secara otomatis dapat meningkatkan produktifitas dan meningkatkan kualitas maupun harga jual produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut.
c. Optimalisasi Teknologi Jaringan Komputer
Hampir di setiap perusahaan menggunakan teknologi jaringan komputer dalam kegiatan produktifitasnya. Oleh karena itu, dibutuhkan cara untuk mengoptimalisasi teknologi jaringan komputer yang ada di dalam perusahaan tersebut. Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan teknologi komputasi awan atau cloud computing.
Komputasi awan (bahasa Inggris: cloud computing) adalah gabungan pemanfaatanteknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud)adalah metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud)dalam Cloud computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya (Dikutip dari Wikipedia).
Cloud computing menyediakan tiga layanan yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengoptimalisasi teknologi jaringan komputer mereka, yaituInfrastructure as a Service (IaaS) yang merupakan layanan komputasi awan yang menyediakan infrastruktur IT berupa CPU, RAM, storage, bandwith dan konfigurasi lain. Lalu Platform as a Service (PaaS) yang merupakan layanan yang menyediakan computing platform. Biasanya sudah terdapat sistem operasi, database, web server dan framework aplikasi agar dapat menjalankan aplikasi yang telah dibuat. Dan Software as a Service (SaaS) sebagai layanan komputasi awan dimana kita bisa langsung menggunakan aplikasi yang telah disediakan. Selain tiga layanan tersebut, cloud computing juga memiliki empat modeldeployment, yaitu:
1. Public Cloud, yang merupakan layanan cloud computing yang dapat diakses secara umum oleh siapapun.
2. Private Cloud, yang merupakan layanan cloud computing yang hanya bisa diakses oleh satu perusahaan dan tidak bisa diakses oleh perusahaan lain atau orang yang tidak ada hubungannya dalam organisasi.
3. Community Cloud, yang merupakan layanan cloud computing yang hanya dapat diakses oleh perusahaan-perusahaan dalam organisasi dan tidak bisa diakses oleh orang diluar organisasi tersebut.
4. Hybrid Cloud, yang merupakan gabungan dari dua atau lebih layanan cloud computing yang akses datanya bersifat bebas namun terbatas.
Model deployment yang umumnya dan sebaiknya digunakan dalam perusahaan ini adalah model Hybrid Cloud, karena pada model ini segala data dapat berada dalam perusahaan dan dalam waktu yang sama juga dapat berada di tempat lain. Selain itu perusahaan juga dapat menyimpan data yang kurang penting pada public cloud dan menyimpan data penting dalam private cloud perusahaan yang lebih aman. Dan perusahaan juga dapat menentukan apakah ingin membagi data yang ada ke organisasi lain atau tidak, dengan menggunakan community cloud.
Dengan menerapkan teknologi cloud computing ini, perusahaan akan mendapatkan banyak manfaat seperti pada tingkat skalabilitas atau kapasitas penyimpanan yang besar, aksesibilitas atau daya akses dimana saja melalui internet, keamanan dari data yang ada, tingkat kreasi yang dapat dikembangkan oleh perusahaan dan berkurangnya tingkat kecemasan apabila terjadi kerusakan pada media penyimpanan yang dimiliki perusahaan, karena semua data yang ada telah tersimpan aman di cloud.
Studi Kasus Integrasi dan Migrasi Sistem
Diketahui sebuah perusahaan swasta ingin melakukan integrasi dan migrasi sistem di bidangIT (Information Technology). Motivasinya adalah efisiensi biaya dan tanpa mengurangiproduktifitas. Tiga hal yang ingin mereka lakukan adalah :1. Efisiensi biaya pembelian perangkat lunak (aplikasi, sistem operasi),2. Efisiensi belanja tenaga kerja, khususnya asing (expatriat),3. Optimalisasi teknologi jaringan komputer.Solusi dan Opini :1. Perusahaan dapat menerapkan teknologi cloud computing.Salah satu cara untuk melakukan integrasi dan migrasi sistem di bidang teknologi informasiagar dapat menghemat biaya atau efesiensi biaya adalah dengan menerapkan teknologi cloudcomputing pada perusahaan tersebut. Dengan menggunakan teknologi cloud computingmemungkinkan perusahaan dapat mengurangi infrastruktur komputer yang memerlukan biayapengadaan dan perawatan cukup besar, hal ini dapat menghemat
staf IT
yang diperlukan, danstaf IT yang ada tidak terlalu berurusan dengan update, konfigurasi dan hal-hal lain yangberkaitan dengan komputasi.2. Perusahaan tersebut dapat menggunakan sistem operasi dan aplikasi yang open source.Open source merupakan perangkat lunak yang bersifat gratis atau tanpa lisensi yangmembebaskan semua rang dapat melihat source kodenya dan membebaskan semua oranguntuk mengetahui cara kerja software tersebut dan sekaligus dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada pada software tersebut. Beberapa contoh aplikasi open source : Firefox,Notepad++, Eclipse, Linux (Sistem Operasi), dan lain-lain.
Keuntungan utama
perusahaan menggunakan software atau sistem operasi
open source
dapat menghemat biaya, karena untuk mendapatkan aplikasi dan sistem operasi tidak perlumengeluarkan biaya lagi, dikarenakan aplikasi atau sistem operasi open source bersifat gratissehingga bisa didapatkan secara cuma-cuma. Perbandingan biaya dan keperluan hardware dari
sistem operasi yang bersifat open source dengan sistem operasi berbayar. Misal sistem operasiWindows dengan Linux Ubuntu :Sistem Operasi Windows :a. Dari segi hargauntuk menggunakan sistem operasi windows perusahaan perlu membelinya dengan harga$199.99 (sekitar Rp. 2,5 Juta), dan untuk versi windows 8.1 Pro harganya $69.99 (sekitar Rp.900.000).(Sumber : http://www.microsoftstore.com/store/msusa/en_US/cat/All-Windows/categoryID.69406900).b. dari segi keperluan hardwarememerlukan prosessor dengan kecepatan proses minimum 1 Ghz,RAM 1Gb hingga 2Gb, dan Hardisk 16 Gb hingga 20 Gb.(Sumber:http://windows.microsoft.com/en-us/windows/buy).Sedangkan untuk sistem operasi open source Linux Ubuntu :a. Dari segi hargaperusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk memperoleh sistem operasi linux.b. dari segi keperluan hardwareTidak ada perbedaan dari windows, bahkan peforma sistem operasi linux terasa lebih stabildan lebih cepat.Jadi bisa disimpulkan dengan menggunakan sistem operasi/software pada yang bersifat opensource dapat menghemat biaya pada perusahaan. Terkadang beberapa sistem operasi opensource memang lebih susah digunakan, tetapi hal terebut bisa diatasi dengan mempelajari ataumenyewa staf IT untuk mengajari karyawan. Walaupun perusahaan perlu perlu biaya untukmenyewa staf IT tersebut, tetapi hal tersbut tidak akan berlangsung lama dan dapatmenghemat biaya untuk kedepann
Komentar
Posting Komentar